Rokok ELektrik

5 Bahaya dan Efek Samping Vapor (Rokok Elektrik) Yang Perlu Anda Tahu!!

Vapor (rokok elektrik), atau bisa juga disebut dengan e-cigarette, rokok elektronik adalah alat untuk menghantarkan nikotin. Para peneliti menyebut alat ini dengan istilah Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).

Alat ini biasanya terdiri dari beberapa bagian yaitu baterai yang bisa di isi ulang (rechargeable), cartridge pemanas yang berisi nikotin atau bahan kimia lain dan atomizer.

Isi dari alat ini adalah nikotin cari atau bahan kimia lain yang sudah dicampur dengan dengan perasa dengan berbagai aroma. Bila rokok biasa menghantarkan nikotin daam bentuk asap sementara rokok elektronik dalam bentuk uap.

bahaya vapor
5 bahaya rokok elektrik (vapor)



ENDS atau rokok elektrik didesain menyerupai bentuk rokok, cerutu, pipa atau bentuk lain. Bahkan ada yang disesain menyerupai barang yang biasa dipakai sehari-hari seperti pensil, pulpen atau USB sehingga tidak terlalu mencolok ketika digunakan.

Asal Mula Rokok Elektrik (Vapor)

Rokok elektrik pertama kali dipatenkan oleh apoteker asal Tiongkok, Hon Lik, di tahun 2003. Produk ini mulai di pasarkan di Tiongkok pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings (kini bernama Ruyan).

Saat ini di pasaran beredar lebih dari 250 merk rokok eletrik. Perbedaan dengan rokok biasa adalah cara produksinya.

 Efek Samping Vapor

Cara Kerja Rokok Elektrik

Ada banyak jenis rokok elektrik. Dari segi bentuk ada rokok elektrik yang menyerupai rokok atau produk tembakau lain seperti cerutu atau pipa. Ada juga yang bentuknya menyerupai barang lain yang bukan produk tembakau.

Dari segi penggunaan ada rokok elektrik yang sekali pakai dan kemudian langsung dibuang (disposable) ada juga yang bisa dipakai kembali atau bisa diisi ulang (rechargeable batteries and replacable nicotine).

Bagian-bagian Rokok Elektrik

Sebagian besar rokok elektrik terdiri dari 3 bagian yaitu :

  • Kartridge atau tempat penampung cairan, biasanya berisi nikotin cair, zat perasa dan bahan kimia lainnya
  • Pemanas, atau disebut dengan vaporizer yang memproses pembuatan uap atau aerosol, dan
  • Sumber tenaga atau baterai

kandungan rokok elektrik

Cara Kerja Rokok Elektrik

Cara kerjanya udara yang mengalir dari mulut akan menyalakan sensor yang memicu alat pemanas untuk mamanskan cairan hingga 55 °C untuk membentuk uap aerosol.

Bahan utama cairan dalam rokok elektrik biasanya terdiri dari propylene glycol, glycerin, air,nikotin, dan zat perasa. Cairan ini biasanya terdiri dari 95% propylene glycol dan gliserin.

Ada beberapa rokok elektrik yang tidak menggunakan neikotin, namun salah satu penelitian menunjukkan bahwa 97% pengguna rokok elektrik lebih menyukai rokok elektrik yang mengandung nikotin.

Terkait dengan perasa beberapa rokok elektrik didesain dengan perasa beraroma natural seperti rokok atau aroma lain. Hingga tahun 2014 sudah ditemukan 8.000 macam rokok elektrik di pasaran.

Bentuk Rokok Elektrik

Bentuk dari rokok elektrik bermacam-macam, namun yang paling terkenal adalah yang bentuknya mirip dengan rokok biasa.

Jika dihisap maka ujung depan akan menyala (seperti rokok) dan mengeluarkan uap seperti asap. Uap atau disebut dengan vapor ini serupa dengan asap yang dipakai pada konser-konser grup band.

Sebagian rokok elektrik bisa langsung dibuang sementara lain bisa discharge untuk digunakan kemudian.

Kandungan Rokok Elektrik

Secara umum kandungan utama rokok elektri terdiri dari 3 zat yaitu Nikotin Cair, Propilen Glikol dan Gliserin.

  • Nikotin. Nikotin zat alami yang ditemukan dalam daun tembakau dan sudah diakui sebagai zat yang menyebabkan kecanduan. Meskipun ada rokok elektrik yang mengklaim tidak berisi nikotin namun sebagian besar tetap memakai nikotin untuk memberi rangsangan dan sensasi seperti merokok seperti biasa.
  • Propilen glikol. Propilen glikol adalah cairan organis, tidak berbau dan tidak berwarna, dengan rasa agak manis. Lembaga Pengawas Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa zat ini tidak berbahaya jika digunakan dengan tepat.
  • Gliserin. Gliserin merupakan penghantar rasa yang juga sering digunakan di industri makanan. Bentuknya cair tidak berbau dan tidak berwarna.

Penggunaan Rokok Elektrik atau Vapor Yang Meluas

Rokok elektrik sangat popular penggunaannya di kalangan anak muda karena beberapa hal.

Pertama, belum banyak regulasi yang mengatur peredaran rokok elektrik. Misalnya belum banyak larangan menjual rokok elektrik kepada anak kecil, begitu juga larangan konsumsi.

Kedua, rokok elektrik merupakan komoditas yang baru. Sehingga banyak orang yang mencoba dan penasaran akan produk rokok elektrik ini.

Ketiga, karena rokok elektrik adalah sebuah inovasi produk, ia menawarkan aroma dan rasa yang berbeda (seperti kopi, mint, permen dan rasa buah-buahan) yang tidak ditemukan di rokok biasa.

Efek kesehatan dari rokok elektrik yang belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian awal sejauh ini menunjukkan rokok elektrik mendorong remaja untuk mengkonsumsi produk lain seperti rokok biasa yang sudah diketahui bahayanya.

Penelitian dari Rigoti tahun 2015 menunjukkan bahwa pelajar yang sudah menggunakan rokok elektrik sejak kelas 9 lebih cenderung untuk mulai merokok dan produk tembakau lain di tahun berikutnya.

Perbedaan Rokok Elektrik dengan Rokok Biasa

Rokok elektrik merupakan komoditas yang popular karena dianggap lebih aman dan bisa mendorong berhenti merokok. Namun jika diperhatikan, ada beberapa perbedaan mencolok antara rokok elektrik dengan rokok biasa, diantaranya adalah :

Tahan Lama dan Dianggap Lebih Hemat

Dibanding rokok biasa yang dipakai sekali habis, rokok elektrik atau vapor dianggap lebih murah karena tahan lama dan bisa diisi ulang. Satu cartridge rokok elektrik bisa lebih kurang hingga 120 hisapan, jauh mengungguli rokok biasa yang biasanya 20 hisapan per batang. Sehingga dari segi biaya lebih murah.

Seperti Rokok Biasa

Kelebihan lain adalah sensasi konsumsinya yang lebih mirip dengan rokok biasa, bisa digenggam dan bisa dihisap. Sehingga banyak perokok yang ingin berhenti menggunakan rokok elektrik daripada terapi lain seperti pengganti nikotin seperti patch (koyo nikotin) atau permen karet nikotin.

Mitos Bahaya Vapor atau Rokok Elektrik

Para penjual rokok elektrik selalu mengklaim bahwa rokok elektrik lebih aman daripada rokok biasa karena tidak melalui proses pembakaran daun tembakau seperti rokok biasa. Meskipun penelitian soal ini belum membuktikan hasil yang sama.

Meskipun memiliki kelebihan dari segi biaya dan sensasi konsumsi, namun dari segi bahaya masih dipertanyakan. WHO hingga saat ini tidak merekomendasikan penggunaan rokok elektrik sebagai salah satu alat untuk terapi berhenti merokok karena status keamanannya masih belum diketahui secara pasti.

lebih bahaya mana rokok elektrik dan rokok biasa?

Bahaya dan Efek Samping Vapor (Rokok Elektrik) Bagi Kesehatan 

Meski rokok elektrik tidak menghasilkan asap, tapi ia masih mengandung nikotin dan zat lain yang bisa berbahaya.

Beberapa uji coba bahkan menemukan vapor juga mengandung zat kimia yang dikenal sebagai penyebab kanker dan racun (seperti formaldehida dan acetaldehida) dan juga nano partikel dari zat kima beracun dari proses penguapan.

1. Efek Kesehatan Pada Paru dan Jantung

Efek kesehatan dari paparan secara berkala dari zat kimia ini belum diketahui dengan jelas. Namun begitu vapor atau uap yang dihasilkan bisa berbahaya bagi kesehatan paru dan jantung. Selain risiko kanker yang seperti pada rokok biasa, vapor juga bisa memicu pengendapan cairan dalam paru.

2. Kadar Nikotin Tidak Menentu

Kadar nikotin dalam vapor atau rokok elektrik tidak bisa dipastikan karena aturannya yang masih belum ajeg. Sehingga rawan takaran yang tidak sesuai dengan standar yang sudah berlaku pada rokok biasa.

Kadar nikotin dalam rokok elektrik bisa jauh lebih banyak daripada rokok biasa. Bahkan penelitian di jepang menyatakan bahwa kadar nikotin dalam rokok elektrik bisa 10 kali lipat lebih banyak dari rokok biasa.

Kandungan nikotin yang tinggi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan atau gatal-gatal (throat hit).

Kekhawatiran lain adalah proses isi ulang cartridge juga bisa berisiko terkena bahaya paparan nikotin langsung bagi penggunanya.

3. Rawan Penyalahgunaan Zat Berbahaya

Dalam vapor, cartridge juga bisa diisi dengan zat lain.  Sehingga rokok elektrik berpotensi digunakan sebagai alat untuk mengkonsumsi zat lain yang lebih berbahaya seperti obat-obatan terlarang. Di beberapa negara bahkan ditemukan penggunaan vapor untuk konsumsi marijuana. Ini tentu lebih berbahaya.

4. Risiko Berbagai Gangguan Kesehatan

Di Amerika FDA sering mendapatkan laporan dari konsumen, ahli kesehatan dan masyarakat mengenai risiko penggunaan rokok elektrik. Beberapa laporan yang masuk adalah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti berikut :

  • Pneumonia,
  • Congestive heart failure (gagal jantung yang menyebabkan carian di jantung)
  • Disorientasi,
  • Stroke atau Serangan Jantung,
  • Hypotension (tekanan darah tidak normal) dan
  • Masalah kesehatan lainnya

Adanya laporan bahaya kesehatan dari penggunaan rokok elektrik menunjukkan bahwa klaim rokok elektrik lebih aman bisa jadi hanya mitos .

efek samping rokok elektrik

5. Rokok elektrik dapat meledak

Banyak sekali kasus yang menunjukkan bahwa rokok elektrik bisa meledak seperti di dalam berita-berita berikut ini rokok elektrik meledak. Salah satu penyebabnya adalah adanya batre atau rechargable battery yang menjadi komponen rokok elektrik atau vapor.

Jika baterai tidak standar atau mengalami kesalahan prosedur, maka risiko untuk meledak tinggi sekali.

Banyak sekali bukti dari risiko vapor yang meledak seperti ditunjukkan video di bawah ini.

Pro Kontra

Dari segi riset penemuan mengenai rokok elektrik masih terus dikembangkan. Beberapa penelitian yang ada masih menunjukkan hasil yang berbeda sehingga menimbulkan pro dan kontra.

Studi dari University College London’s Health Behavior Research Center di Inggris menemukan rokok elektrik bisa membantu perokok berhenti merokok. Penelitian itu menemukan beberapa data menarik :

  • Penelitian memprediksikan 60 persen pasien yang ingin berhenti merokok akan lebih berhasil berhenti merokok dengan menggunakan rokok elektrik daripada terapi lain seperti permen karet nikotin atau koyo nikotin
  • 20% dari 5.850 peroko yang ikut survey berhasil berhenti merokok dengan menggunakan rokok elektrik
  • Angka ini diklaim lebih tinggi daripada penggunaan permen karet atau nicoytine patch yang mencapai angka 10 %.
  • Peneliyi menyimpulkan rokok elektrik lebih efektif mengurangi keinginan merokok karena salah satu faktornya adalah tidak mengandung asap tembakau meskipun tetap mengandung nikotin.

Penelitian ini mendorong penggunaan rokok elektrik. Di amerika serikat penggunaan rokok elektrik meningkat dari hanya 2% pada tahun 2010 menjadi sekitar 30% di tahun 2012.

Namun yang dilakukan Center for Tobacco Control Research and Education University of California menunjukkan hasil yang berbeda bahwa penggunaan rokok elektrik tidak mampu menolong perokok mengatasi kecanduan merokok.

Dr. Pamela Ling, peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa jika di uji kepada perokok secara umum rokok elektrik tidak membantu mengatasi kecanduan rokok. Hasilnya berbeda dengan penelitian di inggris yang memang diujikan kepada perokok yang sudah memiliki niat berhenti merokok.

Dokter Agus Dwi Susanti dari RS Persahabatan menyatakan bahwa upaya berhenti merokok dengan rokok elektrik sebagai sesuatu yang berbahaya. Karena rokok elektrik mirip dengan rokok biasa yaitu mengandung nikotin dan senyawa lain yang ditemukan pada rokok biasa.

Nikotin dan xairan refill lain dalam rokok elektrik memiliki sifat karsinogenik yang bisa memicu kanker. Jika ingin berhenti merokok, Dokter Agus lebih menyarankan metode yang sudah teruji seperti dengan permen, tablet hisap, inhaler, patch atau spray.

Dr Naoki Kunugita, peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang seperti dilansir Daily Mail pada (30/11/2014) menyatakansalah satu merek vapor memiliki kadar karsinogenik 10 lebih tinggi dibanding rokok biasa.

Karenanya, meski dibakar secara elektronik, rokok elektrik tetap menghasilkan asap yang akan memberikan risiko kesehatan kepada konsumennya atau orang yang terpapar oleh asapnya tersbeut.

Sikap Lembaga Formal

Lembaga formal yang membidangi kesehatan sudah mengambil sikap mengenai rokok elektrik. Sebagai rujukan WHO untuk tingkat internasional dan BP POM untuk tingkat nasional sudah mengeluarkan sikap resmi sebagai berikut:

  • World Health Organization (WHO) tidak menganjurkan rokok elektrik karena sama berbahayanya dengan rokok biasa. Menurut WHO rokok elektrik mengandung racun dan zat kimia berbahaya . WHO menyarankan tidak menjual rokok elektrik kepada anak dibawah usia 18 tahun.
  • Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahwa rokok elektrik yang ada di pasaran belum teruji keamanannya. Karenanya rokok elektrik masih dianggap produk illegal di Indonesia.

Meskipun begitu beberapa Negara masih memiliki pendapat yang berbeda tentang peredaran dan keamanan konsumsi vapor (rokok elektrik). Sebagian besar melarang karena menganggap penggunaannya sama saja dengan rokok biasa dan belum diketahui bahayanya.

Sementara sebagian lagi memperbolehkan dengan tetap menerapkan regulasi yang ketat dan peredaran yang diatur sebagaimana pengaturan terhadap rokok biasa.

Apakah Rokok Elektrik (Vapor) Lebih Aman dibanding Rokok Biasa?

Jika kita melihat fakta-fakta seperti diatas, maka rokok elektrik tidak lebih aman dibanding rokok biasa. Maka sebaiknya penggunaan rokok elektrik pun dibatasi dan dikendalikan sebagaimana penggunaan rokok pada umumnya.

Terima kasih

image credit vaping360

Comments

comments

Baca juga  10 Kandungan Rokok Yang Paling Beracun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.