Rokok Herbal

Bahaya Rokok Herbal Yang Perlu Anda Tahu

Rokok Herbal

Banyak orang beranggapan bahwa rokok herbal tidak berbahaya, bahkan bisa menyehatkan. Alasannya karena rokok herbal tidak mengandung nikotin, terdiri dari campuran rempah-rempah dan tanpa tembakau.

Ini adalah efek dari propaganda salah satu produsen rokok herbal yang dengan begitu gencar mempromosikan hal-hal diatas.

Apakah betul rokok herbal itu menyehatkan? Kenyataannya tidak ada rokok sehat atau rokok yang tidak berbahaya.

Mitos rokok sehat sengaja dihembuskan untuk mempermudah penjualan dan sebagai strategi promosi. Karena Rokok herbal pun sebetulnya berbahaya bagi kesehatan.

Namun yang menarik, pencarian di internet mengenai rokok herbal sangat tinggi. Bukti banyak orang percaya rokok herbal berbeda dengan rokok biasa.

Namun jika kita mencari berbagai sumber soal rokok herbal ini banyak yang tidak mendukung propaganda ini. Berikut ini kami rangkum informasinya dari berbagai sumber.




 

Apa itu Rokok Herbal

Dari segi istilah, rokok herbal sudah tidak tepat karena herbal sendiri merujuk kepada tumbuh-tumbuhan atau rempah-rempah. Sementara tembakau sendiri sebagai salah satu bahan baku utama rokok itu merupakan tumbuhan/herbal. Sehingga semua rokok sebetulnya adalah rokok herbal.

Namun bagi para promotornya, rokok herbal merujuk kepada jenis rokok tanpa tembakau. Meskipun begitu rokok tembakau yang dicampur dengan jenis tumbuhan lainnya terkadang juga disebut rokok herbal.

Contohnya rokok kretek yang isinya tembakau dicampur cengkeh, khas Indonesia. Selain kretek, jenis rokok lain yang dimasukkan sebagai rokok herbal adalah bidis dari Asia Selatan.

 

Kandungan Rokok Herbal

Beberapa tumbuhan atau rempah-rempah selain tembakau yang bisa dijadikan bahan rokok adalah sebagai berikut :

  • Bunga Gairah (Passion Flower)
  • Kelopak Mawar
  • Daun Teratai
  • Akar Manis
  • Jagung Sutera (Corn Silk)
  • Melati
  • Bunga Semanggi Merah (Red Clover Flowers)
  • Ginseng
  • Kayu Siwak
  • Daun Sirih
  • Teh Merah
  • Jahe
  • Jati Belanda, dan
  • Bunga Rosella
Baca juga  10 Mitos Rokok dan Berhenti Merokok

Di Indonesia beberapa rempah-rempah diatas juga dipakai untuk mencampuri rokok tembakau yang beredar seperti biasa. Sehingga sebetulnya tumbuhan ini juga sudah di pakai dalam rokok-rokok yang beredar saat ini.

Video berikut menjelaskan dari apa rokok herbal dibuat.

Rokok Herbal Lebih Sehat? Menyesatkan!

Para penjual rokok herbal selalu menjual kesan bahwa rokok herbal itu aman dan menyehatkan. Dalam sebuah blog saya menemukan iklan seperti ini:

“Kandungan Rokok S** selain menggunakan 100 % ramuan herbal, doa-doa juga dihembuskan pada bahan baku rokok berupa Energi Gelombang Pendek yang sangat halus, sehingga mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat racun seperti infeksi, radang dan bakteri serta virus.”

Banyak promosi rokok herbal lain yang juga bernada sama. Mereka berpromosi bahwa ia bebas dari tembakau karenanya tidak mengandung nikotin, dan bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Namun apakah rokok herbal benar-benar sehat?

Banyak pihak yang meragukan, salah satunya adalah Dr. Kartono Mohammad ketua TCSC-IAKMI kepada sebuah media menyatakan bahwa tagline rokok herbal sehat adalah sebuah penipuan dan kebohongan.

Begitu pula disampaikan oleh Yayi Suroyo dari Quit Tobacco Indonesia, beliau menyatakan kepada salah satu media bahwa rokok herbal ternyata tetap mengandung tembakau dan tetap berbahaya bagi perokok atau orang di sekitar yang terpapar asapnya.

Sehingga klaim bahwa rokok herbal sehat sebetulnya sama sekali sebuah penyesatan.

Bahaya Rokok Herbal

Setiap benda apapun baik itu terbuat dari tembakau atau rempah-rempah lain jika cara mengkonsumsinya dilakukan dengan pembakaran maka ia akan menghasilkan tar dan karbon monoksida.

Tim peneliti dari Universitas Vienna menemukan bahwa rokok herbal menghasilkan karbon monoksida yang serupa dengan rokok biasa. Penelitian yang sudah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet ini lanjutan dari penelitian yang menemukan pembakaran rokok herbal menghasilkan zat beracun.

Baca juga  Mengapa Perlu Kawasan Tanpa Rokok?

Dr. Ernes Groman dan rekan menyimpulkan rokok herbal berpotensi merusak kesehatan. Merokok menghasilkan Karbon Monoksida yaitu  gas yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa, namun dalam konsentrasi yang tinggi –lebih tinggi dari rokok- bisa menyebabkan kematian.

Dengan merokok (rokok herbal atau rokok biasa) dalam jumlah banyak pada akhirnya akan membahayakan kesehatan. Gejala keracunan karbon monoksida adalah sakit kepala, pusing dan puyeng, iritasi dan kesulitan bernapas.

Dr John Moore-Gillon, dari British Lung Foundation, menyatakan bahwa keliru jika menganggap hanya nikotin zat yang berbahaya. Karena penyebab dari banyaknya kasus kanker paru dan empisema bukan nikotin tapi zat-zat lain berbahaya yang terkandung dalam rokok.

Meskipun rokok herbal ada yang tidak mengandung nikotin namun risiko dari zat-zat berbahaya tersebut sama sekali tidak berkurang.

Rokok herbal juga memiliki risiko sama dengan rokok biasa yaitu meningkatkan risiko serangan jantung karena tar yang dikandungnya. Karbon monoksida yang dihirup dari merokok apapun bisa merusak otak, sesak napas atau susah bernapas.

Ditambah lagi bagi beberapa orang rokok herbal juga bisa menyebabkan alergi dari kandungan tumbuhan di dalamnya. Reaksi alergi ini bisa sangat parah terjadi setelah atau menggunakan rokok herbal secara berulang.

Bahaya lain juga karena rokok herbal biasanya tidak memakai filter sehingga mereka juga lebih berbahaya daripada rokok biasa.

Rokok Herbal dan Berhenti Merokok

Jurus pemasaran lain yang digunakan penjual rokok herbal adalah bahwa ia bisa membantu berhenti merokok karena nikotinnya lebih rendah. Namun beberapa ahli kesehatan tidak sepakat dengan asumsi ini. Clive Batse, dari Action on Smoking and Health (ASH) menyatakan bahwa rokok herbal tidak efektif membantu berhenti merokok. Ia lebih menyarankan menggunakan pengobatan yang sudah terbukti efektif seperti spray, patches atau NRT yang sudah teruji secara klinis.

Baca juga  Kandungan dan Bahaya Rokok Elektrik

Untuk berhenti merokok banyak hal bisa dilakukan seperti membuat rencana yang detail, mengalihkan dengan kegiatan positif lain dan memperkuat mindset yang kuat untuk berhenti merokok. Selain itu berhenti merokok juga perlu didukung dengan lingkungan yang kondusif. Kami membuat ulasan lebih jauh soal manfaat dan cara berhenti merokok dalam artikel berikut :

Manfaat Dan Cara Efektif Berhenti Merokok

8 Waktu Yang Tepat Untuk Berhenti Merokok

Bagaimana Pengalaman Anda?

Tentunya rokok dalam jenis apapun menyisakan bahaya bagi kesehatan tubuh dan orang-orang sekitarnya. Karena pada dasarnya tidak ada rokok jenis apa pun yang sehat. Sehingga langkah terbaik mengurangi bahaya rokok adalah dengan tidak memulai untuk menjadi perokok jenis apapun.

Terkait rokok herbal ini bagaimana pengalaman anda? Silahkan berbagi dalam laman komentar dibawah ini. Terima kasih.

Image Gredit dari Flickr Eko Susanto

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *