Mengapa Perlu Kawasan Tanpa Rokok?

Kawasan Tanpa Rokok
Kawasan Tanpa Rokok

Apakah yang dimaksud Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah area yang dinyatakan dilarang untuk berbagai hal menyangkut rokok baik itu penggunaan, kegiatan produksi, penjualan, iklan, penyimpanan atau gudang, promosi dan sponsorsip rokok.

 

Mengapa Asap Rokok Orang Lain (AROL) Berbahaya?

  • Asap rokok orang lain terdiri dari asap rokok utama yang dihembuskan dari mulut perokok yang mengandung 25% kadar bahan berbahaya dan asap rokok sampingan dari ujung rokok yang dibakar (side stream) yang mengandung 75% kadar bahan lainnya (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010).
  • Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 jenis senyawa kimia. Sekitar 400 jenis di antaranya merupakan zat beracun (berbahaya) dan 69 jenis tergolong zat penyebab kanker (karinogenik) (Surgeon General, 2010).
  • Asap rokok orang lain merupakan zat kompleks berisi campuran gas, partikel halus yang dikeluarkan dari pembakaran rokok. Bagi orang yang tidak merokok dan menghirup asap rokok yang dihisap orang lain mempunyai resiko yang sama dengan yang merokok (U.S. Department of Health and Human Services, 2006).
  • Dampak kesehatan asap orang lain terhadap orang dewasa antara lain meyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, resiko kanker paru sebesar 20-30% (IARC, 2004) dan kanker payudara serta berbagai gangguan saluran pernafasan.
  • Perempuan yang tinggal bersama perokok mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara (WHO, 2007).




Mengapa Perlu diterapkan KTR?

  • Studi terhadap akibat asap rokok orang lain di kantor yang tidak menerapkan KTR ditemukan rata-rata kadar zat karsinogen Benzo(a)Pyrene yang dihisap karyawan telah berada pada tingkat bahaya sedang sampai dengan tinggi (Warouw & Suryati, 2009).
  • Tidak ada batas aman untuk pemaparan asap rokok orang lain. Karena pergerakan asap rokok tidak bisa dikendalikan dengan sekat. Maka perlu diterapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
  • Asap rokok dapat berbahaya bagi bayi dalam kandungan ibu yang merokok atau ibu hamil yang berada dalam ruangan berasap rokok dari orang lain (Bertone, Snyder, & Moore, 2002).
  • Hasil penelitian tentang bayi dan anak-anak yang terpaparkan asap rokok dimana salah satu orang tuanya adalah perokok menunjukkan bahwa asap rokok dapat menyebabkan kematian mendadak, infeksi saluran pernafasan bawah (ISPA), asthma, bronchitis dan infeksi telinga bagian tengah dan dapat berlanjut akan hilangnya pendengaran (Surgeon General, 2010).
Baca juga  Berhenti Merokok Saat Hamil: Bagaimana Mengatasi Ketagihan

 

Mengapa tidak ada ruangan khusus merokok di dalam ruangan?

Pergerakan asap tidak bisa dikendalikan atau dibatasi dengan membuat Smoking Room (ruang khusus merokok). Karena asap dapat masuk ke lubang kecil sekalipun. Perumpamaannya hampir sama dengan membuat area buang air di dalam sebuah kolam. Karena tercemarnya air salah satu sisi kolam akan mencemari air yang ada di kolam seluruhnya.

Smoking or non Smoking

tulisan diambil dari Factsheet Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah

sumber gambar dari sini

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.