Ramadhan Saat Yang Tepat Berhenti Merokok

Ramadhan Waktu Yang Tepat Berhenti Merokok

Di bulan Ramadhan ini umat Islam dilatih untuk menahan diri dari segala godaan dan hawa nafsu. Itu inti dari disyariatkannya ibadah shaum. Pelaksanaannya dengan menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum, serta menjauhi berbagai hal yang merusak puasa seperti melakukan sifat-sifat yang tidak terpuji, bergunjing, perbuatan maksiat, berhubungan suami istri di siang hari dan banyak hal lainnya.

Di bulan ramadhan ini, semua orang yang berpuasa bisa meninggalkan konsumsi apapun di siang hari. Termasuk diantaranya merokok. Banyak perokok yang sanggup meninggalkan aktifitas merokok sepanjang menjalankan puasa. Sayangnya saat adzan maghrib tiba, kebiasaan yang membahayakan ini kembali dilakukan.


Dengan fakta seperti ini, sebetulnya momentum puasa sebulan penuh bisa membantu seseorang melepaskan diri dari kecanduan nikotin, alias merokok. Apalagi para ahli pengembangan diri menyampaikan bahwa diperlukan 40 hari konsisten untuk menanamkan atau menghilangkan suatu kebiasaan. Artinya jika seseorang bisa membiasakan diri melakukan atau tidak melakukan sesuati selama 40 hari, maka perilaku itu bisa menjadi kebiasaan.

Dalam hal ini jika seseorang bisa tidak merokok selama 30 hari secara berurutan maka dia hanya butuh 10 hari setelah itu supaya terhindar dan menghilangkang kecanduan merokok. Sehingga dengan pemikiran ini, bulan puasa selama Ramadhan akan sangat membantu seseorang untuk menghilangkan kebiasaannya. Tentunya perlu ada niat, usaha dan rencana yang matang untuk melakikan itu. Meskipun kita menahan diri tidak merokok selama 30 hari selama puasa namun jika saat berbuka kembali merokok maka momentum ini akan hilang begitu saja.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perokok untuk memanfaatkan shaum sebagai momentum berhenti merokok. Silahkan cek berikut ini:

1. Luruskan dan kuatkan niat

Ini adalah syarat utama untuk bisa berhenti merokok. Sebagaimana kebiasaan lain, sebuah perilaku akan sangat bergantung pada niatnya. Kuatkan tekad untuk berhenti merokok dengan menggunakan Ramadhan sebagai titik awal berhenti merokok.

2. Tetapkan Rencana Yang Jelas

Niat saja tidak cukup dan tidak akan berhasil jika tidak menyusun rencana yang jelas. Seperti dalam ilmi manajemen, gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Nah dalam upaya berhenti merokok kita juga harus menyusun rencana yang jelas. Misalnya secara garis besar kita bisa menargetkan untuk berhenti total sekaligus atau secara bertahap. Kami menyarankan untuk berhenti total sekaligus karena itu cara paling efektif. Secara rinci bisa jadi rencana itu bisa Anda turunkan menjadi aktifitas yang jelas seperti contoh berikut:

  • Membuang rokok yang ada di awal bulan Ramadhan
  • Tidak membeli rokok sejak hari pertama ramadhan
  • Menahan diri tidak merokok saat sahur dan setelah berbuka
  • Menerapkan sanksi jika merokok saat sahur dan setelah berbuka misalnya dengan berinfak atau menabung uang sejumlah harha sebungkus rokok setiap kali melanggar
  • Menentukan aktifitas alternatif untuk menghindarkan diri dari merokok
  • Memberitahu dan meminta dukungan pasangan dan orang terdekat terkait rencana berhenti merokok.

Daftar kegiatan diatas hanya contoh saja. Pada prinsipnya target berhenti merokok harus disertai rencana atau strategi yang jelas bagaimana kita ingin menjalankannya. Jika tidak, maka rencana dan target hanya akan menjadi mimpi dan angan-angan yang tidak akan pernah tercapai.

3. Jalankan rencana secara konsisten

Poin ini lebih penting lagi. Karena niat dan rencana tidak akan menemukan hasil tanpa konsistensi dalam pelaksanaan. Meskipun begitu, kami menekankan bahwa kita harus persisten dan keukeuh dalam menjalankan rencana.

Memang kita harus juga akui bahwa konsistensi bukan hal yang mudah. Dalam menjalankan rencana terkadang ada yang miss atau kurang disana sini. Yang paling utama adalah kegigihan untuk terus mencoba dan mencoba, niscaya lama kelamaan akan menemukan hasil.

Misalnya jika pada hari-hari pertama kita masih gagal untuk tidak merokok saat sahur atau berbuka, maka coba dan coba lagi seterusnya. Kadangkala untuk mendapatkan hasil yang sempurna caranya hanya satu saja yaitu, mencoba sekali lagi, terus dan terus hingga berhasil.

4. Berbagi dengan yang lain

Nah yang terakhir tidak kalah penting adalah berbagi keberhasilan dan kegalauan dengan orang lain. Orang lain disini bisa berarti siapa saja dan dimana saja, namun terutama pasangan atau orang yang berarti bagi kita, orang yang memiliki situasi yang sama, dan orang yang menjadi mentor atau yang dicontoh.

Berbagi dengan orang lain akan menguatkan kita dalam menjalankan rencana. Karena dengan berbagi kita akan mendapatkan tanggapan, dukungan, informasi dan kekuatan secara emosional.

Demikianlah beberapa poin yang perlu anda pertimbangkan agar dapat mempergunakan Ramadhan sebagai moment untuk berhenti merokok.

Kami juga ingin menyampaikan bahwa beberapa poin ini bisa anda laksanakan meskipun anda sudah berada di pertengahan atau penghujung akhir Ramadhan. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai suatu perubahan ke arah yang baik.

Selamat berpuasa dan selamat menggunakan bulan penuh berkah ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan membebaskan diri dari jeratan adiksi nikotin.

Salam

Comments

comments

Baca juga  Tahukah Anda Bahaya Perokok Ketiga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.