Rokok Penyebab Stres

Rokok dan Stres

Banyak orang percaya bahwa rokok adalah obat stres. Seakan-akan jika tidak merokok maka pikiran menjadi tidak tenang, pusing dan sulit untuk konsentrasi. Sehingga banyak orang yang mengaggap bahwa merokok bisa membantu meredakan gejala stres dan depresi.

Namun apakah betul seperti?

Dopamin dan Kecanduan Nikotin

Perokok sebetulnya merasa tenang karena mereka sudah kecanduan nikotin. Efek dari ketergantungan terhadap nikotin adalah tubuh selalu meminta produksi dopamin yang berlebih. Sehingga jika dopaminnya kurang terasa mood berubah dan sulit untuk berkonsentrasi.

Sebaliknya dari anggapan ini, berbagai penelitian menunjukkan bahwa merokok bisa berefek sebaliknya. ALih-alih membuat orang bisa mengendalikan dan meredakan stress, rokok justru bisa menjadi penyebab stress itu sendiri. Rokok dan kandungan nikotinnya adalah depresan.



Rokok dan Stress berdasarkan Penelitian Kesehatan

Penelitain dari British Heart Foundation justru mengatakan bahwa 70% perokok cenderung mengalami stres dan depresi. Penelitian yang dilakukan oleh British Heart Foundation ini dilakukan bekerjasama dengan University College London dengan 6.500 responden berusia diatas 40 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa 18 % perokok mengalami kecemasan dan depresi, sementara di kalangan non perokok 10 % dan mantan perokok 11,3 %. Studi ini menunjukkan bahwa perokok lebih memungkinkan mengalami stress dan depresi daripada non perokok.

Penelitian lain bahkan menemukan bahwa berhenti merokok bisa mengurangi stress. Riset yang dilakukan oleh British Journal of Phsychiatry kepada 500 perokok di klinik berhenti merokok di Inggris menunjukkan bahwa tingkat kegelisahan dianatar perokok yang berhenti menurun secara signifikan. Bahkan dari data dari Australia menunjukkan bahwa 90% penderita depresi adalah peorkok.

Sehingga anggapan kebanyak orang bahwa merokot dapat meredakan stress tidak berdasar. Justru sebaliknya rokok malah akan memicu atau memperparah stress. Jika perokok merasakan ketenangan sesaat setelah merokok, itu ebih disebabkan pemenuhan enzim dopamin daripada meredakan stress.

Baca juga  10 Mitos Rokok dan Berhenti Merokok

Stress bisa diatasi dengan perilaku lain yang lebih positif seperti berolahraga, curhat atau ngobrol dengan teman, aktif dalam kegiatan di msyarakat dan kegiatan lain. Kalo lagi stress lari ke rokok maka itu sama saja dengan orang pilek yang minum air es, malah tambah parah.

sumber dari sini,

sini

dan

sini

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.