perokok ketiga

Tahukah Anda Bahaya Perokok Ketiga?

perokok ketiga

Pengetahuan bahwa rokok bisa merugikan kesehatan sudah banyak diketahuli oleh banyak orang. Begitu pula pengetahuan bahwa menghirup asap rokok orang lain juga berisiko yang sama dengan para perokok aktif. Namun belum banyak yang tahu bahwa tanpa menghirup asap rokok kita juga tetap berisiko mengalami gangguan kesehatan serius karena terpapar asap rokok ketiga atau thirdhand smoke.

Padahal perokok ketiga berisiko mengalami gangguan kesehatan serius seperti terkenal kanker, mengalami asma dan alergi jika terpapar residu rokok di kulit, pakaian ataupun ruangan yang pernah dipakai merokok. Memang istilah perokok ketiga saja ini baru ditemukan sekitar tahun 2009. Sehingga masih banyak yang belum mengetahui bahwa bahayanya juga cukup serius bagi kesehatan. Berbagai penelitian juga masih dikembangkan untuk mengetahui lebih jelas mengenai hal ini.




Apa dan bagaimana bahaya asap rokok ketiga mari kita bahas dalam artikel ini.

Pengertian Perokok Ketiga

Asap tembakau mengandung 7.000 zat kimia yang berbahaya dengan 69 diantaranya sudah terbukti sebagai zat yang karsinogen (penyebab kanker). Ketika seseorang merokok, maka sejatinya ia memproduksi banyak sekali asap tembakau yang bisa di kategorikan kepada tiga jenis seperti berikut:

  1. Asap tangan pertama (First-hand smoke) yaitu asap rokok yang dihirup langsung si perokok.
  2. Asap tangan kedua (Second-hand smoke), yaitu asap yang dihembuskan oleh perokok dan asap yang keluar dari ujung rokok.
  3. Asap tangan ketiga (Third-hand smoke), yaitu residu dan gas asap rokok yang menempel di tubuh, rambut dan pakaian perokok dan atau yang tercecer di tempat-tempat yang digunakan merokok.

Untuk asap jenis pertama dan jenis kedua sudah banyak yang tahu apa bahayanya. Kedua jenis asap rokok ini familiar dengan istilah perokok aktif dan perokok pasif. Penyebutan aktif dan pasif ini lebih merujuk kepada cara dan niat mereka menghisap asap rokok. Perokok aktif artinya ia dengan sukarela dan menikmati asap rokok. Sementara perokok pasif menghirup asap dengan terpaksa karena ada orang yang merokok sembarangan.

Sementara untuk jenis asap rokok yang ketiga masih banyak yang belum tahu bahwa itu juga membahayakan kesehatan manusia. Anggapan banyak orang sementara ini menganggap jika sudah tidak ada orang yang merokok maka dia aman dari risiko asap rokok. Padahal ruangan, tempat atau pakaian yang pernah dipakai merokok masih menyimpan residu dari rokok dalam jangka yang lama, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Baca juga  Liga 1 dan ISC Bukti Olahraga Tidak Perlu Sponsor Rokok

Bahaya Asap Rokok Tangan Ketiga : Menyebabkan Kanker

Istilah third-hand smoke pertama kali muncul dalam sebuah studi di jurnal Pediatrics pada 2009. Penelitian awal tersebut menemukan bahwa 65 persen non-perokok dan 43% perokok menganggap residu tembakau yang ditemukan pada furnitur, tirai, karpet, dan debu, bahkan pada kulit serta pakaian, dapat membahayakan anak-anak dan bayi.

Dasar dari anggapan ini adalah bahwa asap rokok tangan ketiga terdiri dari residu dan gas dari asap rokok. Residu dan gas ini berasal dari :

  • Gas yang beredar di udara
  • Residu yang menempel di permukaan dan bercampur dengan debu setelah merokok
  • Residu yang menempel pada berbagai permukaan, furniture, pakaian, kulit, lantai dan karpet atau tirai
  • Residu tersebut bereaksi dengan elemen lain yang ada di alam sekitar dan membuat polusi yang lebih berbahaya.

Penemuan ini kemudian dikembangkan dan diuji lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya. Salah satu penelitian itu adalah yang dilakukan oleh para ilmuwan di Lawrence Berkeley National Laboratory, California, Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian mengenai third hand smoke yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 2010.

Penelitian tersebut menemukan bahwa saat tembakau dibakar, ia mengeluarkan nikotin dalam bentuk vapor (uap) dan residu yang mengendap di ruangan. Residu ini sangat kecil sekali ukurannya sehingga sangat sulit dideteksi oleh penglihatan langsung. Namun sebetulnya jika kita coba cium, sebuah ruangan yang sudah pernah dipakai merokok bau asapnya masih terasa meski sudah tidak ada lagi yang merokok. Silahkan saja masuk ke mobil atau taksi yang sebelumnya pernah dipakai merokok, baunya pasti beda.

Lebih jauh penelitian tersebut menemukan bahwa residu asap tembakau pada pakaian, rambut, kulit, dinding, serta permukaan barang lainnya dapat bereaksi dengan zat kimia lain yang terdapat pada udara ruangan. Reaksi itu membentuk TSNA (tobacco specific nitrosamine) yang bahkan bukan zat dalam daftar kandungan rokok. Artinya zat dalam asap rokoko yang berbahaya kemudian bercampur dengan zat kimia lain yang ada di udara dan Membentuk zat baru yang lebih berbahaya. Dan zat TSNA bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker.

Baca juga  Pengaruh Rokok Terhadap Wajah dan Penampilan

Meski perlu penelitian lebih lanjut, para peneliti juga khawatir bahwa bahaya dari residu rokok itu tidak terbatas risiko terkena kanker namun bisa lebih luas. Karena asap rokok tangan ketiga ini bisa juga menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti asma dan alergi.

 

Residu Rokok Menempel Berpuluh Tahun

Neal Benowitz dari Universitas California dan ketua California Consortium on Thirdhand Smoke menyatakan dalam penelitiannya ia masih dapat menemukan sisa-sisa residu rokok dalam sebuah rumah yang sudah tidak dipakai merokok selama 20 tahun. Artinya residu ini bisa menempel dengan sangat kuat di dalam sebuah ruangan dan sangat sulit dibersihkan.

Karena bisa menempel sangat kuat, maka jika sebuah ruangan sering dipakai merokok konsentrasi residu rokok di ruangan itu akan terus bertambah dan terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Yang menjadi permasalahan adalah zat TSNA ini kemudian bisa dihirup, diserap bahkan masuk ke dalam tubuh. Siapapun yang merokok dalam ruangan tertutup sejatinya ia sudah mengakibatkan orang-orang lain yang datang ke tempat itu untuk terpapar TSNA.

Lebih lanjut Benowitz menyarankan beberapa hal untuk membersihkan risidu rokok. Diantaranya adalah dengan membersihkan ruangan dengan sangat teliti menggunakan deterjen atau mengecat ruangan yang sudah bau rokok. Namun yang paling efektif adalah dengan mengganti karpet dan membersihkan system ventilasi.

Anak-anak Paling Rentan jadi Korban perokok Ketiga

Para peneliti menilai bahwa bayi, balita dan anak-anak adalah yang paling rentan terpapar efek racun dari residu rokok. Karena dalam usia muda mereka masih sering berguling-guling di karpet, tidur dan juga menggigit furniture yang kesemuanya bisa saja sudah sudah terpapar residu rokok. Anak-anak kecil seperti ini juga masih suka memasukkan tangan mereka ke dalam mulut, terapar racun dari kulit atau baju perokok, makan tanpa mencuci tangan dan lain sebagainya.

Baca juga  Akibat Rokok Pada Kehamilan dan Janin

Para orang tua harus memastikan anak-anak mereka mendapatkan lingkungan yang bebas rokok. Tentunya dengan tidak menjadi perokok atau tidak pernah mencoba-coba jadi perokok. Kalopun anda seorang perokok, maka lindungi keluarga dan orang-orang yang anda sayangi dengan mencuci tangan, mengganti baju sebelum melakukan kontak dengan mereka setelah anda merokok.

Solusi Agar Terhindar dari Perokok Ketiga

Potensi terpapar TSNAs sebetulnya tak bisa dihindari hanya dengan meminta orang merokok di luar ruangan, karena nikotin dari asap rokok melekat pada pakaian dan kulit, sehingga ikut masuk kembali ke ruangan. Membuka jendela lebar-lebar atau menggunakan exhaust fan juga tak banyak membantu, mengingat nikotin adalah molekul lengket yang mudah melekat ke segala permukaan.

Sebagai langkah pencegahan, peneliti memberi saran agar mengganti perabot dan tirai yang terpapar nikotin. Peneliti juga mendukung disediakannya ruang-ruang publik yang 100 persen bebas rokok, termasuk kendaraan umum karena nikotin bisa melekat di seluruh permukaan.

Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untk melindungi anak dan keluarga dari paparan asap rokok ketiga:

  • Menjaga rumah dan kendaraan anda supaya bebas asap rokok
  • Mendukung peraturan yang mendorong semua tempat umum dan tempat kerja agar menjadi tempat bebas asap rokok. Tempat-tempat itu termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, taman kota serta perkantoran pemerintah dan swasta.
  • Mendorong dan membantu keluarga dan kerabat yang masih merokok untuk segera berhenti merokok.

So, bagaimana pengalaman anda? Apakah anda juga termasuk korban dari asap rokok ketiga? Mari kita diskusikan dalam komentar dibawah ini.

image dari Eloïse Labarbe Lafon

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.