10 Mitos Rokok dan Berhenti Merokok

greaterthanaddiction3Merokok merupakan perilaku yang sudah meluas di masyarakat kita di Indonesia. Sehingga saking banyaknya perokok di masyarakat perilaku ini dianggap biasa. Dan salah satu yang membuat merokok menjadi umum di masyarakat kita ada adalah beberapa mitos yang berkembang seputar rokok dan upaya berhenti merokok.

Sebagian besar mitos tidak berdasar dan menyesatkan, sehingga membuat perokok tidak ingin berhenti merokok. Berbagai mitos yang menyesatkan itu banyak yang sudah terlanjur “diterima” oleh masyarakat. Sehingga berakibat sikap yang salah terhadap upaya berhenti merokok.

Berikut ini kami sampaikan beberapa mitos terkait berhenti merokok yang kami persiapkan khusus untuk anda.

Mitos 1. Berhenti Merokok Membuat Tubuh Sakit (FALSE)

Rokok memiliki sifat adiktif yang disebabkan kandungan nikotin. Saat perokok tidak merokok lagi atau dalam hal ini sedang melepaskan diri dari rokok, maka tubuh akan bereaksi dengan “nagih nikotin”.

Gejalanya sama seperti saat sakit yaitu pusing, depresi, emosional, gelisah, mudah lelah, batuk-batuk, dan dada sesak. Tetapi gejala ini tidak akan lama dan akan hilang dengan sendirinya.

So, berhenti merokok membuat anda sakit adalah mitos! Itu sama sekali tidak benar, justru mantan perokok akan memiliki kondisi badan yang lebih sehat dibanding perokok.



Mitos 2. Berhenti Merokok Membuat Tubuh Gemuk & Tidak Sehat (FALSE)

Nikotin pada rokok memaksa tubuh “bekerja rodi” membakar kalori dan mempercepat proses metabolisme tubuh. Ini yang menyebabkan tubuh perokok kurus dan tidak sehat. Hal ini juga karena efek samping merokok yang bisa menekan rasa lapar sehingga jadi tidak ingat makan.

Selain itu, merokok juga mengacaukan indera perasa yang membuat perokok kehilangan nafsu makan karena rasa makan tidak seenak dirasakan para non perokok.

Nah, berhenti merokok itu tidak membuat tubuh gemuk. Yang membuat tubuh gemuk itu adalah asupan makanan yang tidak tersalurkan atau tidak dicerna tubuh karena metabolisme kurang. Misalnya karena kurang olahraga atau minim aktifitas fisik.

Baca juga  Mengapa Perlu Kawasan Tanpa Rokok?

Memang benar ada peluang orang yang berhenti merokok menjadi lebih motok dan gemuk. Salah satunya karena tubuh yang terbebas dari nikotin memiliki metabolisme tubuh yang berjalan dengan lancar. Mereka juga memiliki indera perasa lebih baik sehingga bisa lebih menikmati makanan.

Mitos 3. Rokok Saya Rendah Tar & Nikotin, Tidak Akan Buruk Untuk Kesehatan (FALSE)

Setiap produsen tentu bebas mengklaim produknya untuk kebutuhan iklan. Misalnya adalah iklan bahwa rokoknya rendah nikotin dan tar.

Namun pada kenyataannya tidak ada standar yang sama antara produsen yang satu dengan yang lain. Tubuh yang telah terikat pada candu nikotin akan membutuhkan nikotin dalam jumlah yang lebih banyak agar tetap merasakan “nikmat” yang sama.

Tubuh secara alami akan menuntut konsumsi nikotin dalam jumlah yang lebih banyak. Inilah alasan kenapa perokok selalu meningkatkan jumlah rokok yang dihisapnya setiap waktunya. Kandungan nikotin yang besar dalam tubuh akan menimbulkan efek yang semakin buruk bagi kesehatan.

So, masih mikir rendah tar dan nikotin aman?

Mitos 4. Saya Sudah Merokok Bertahun-Tahun Tidak Ada Gunanya Saya Berhenti Sekarang (FALSE)

Racun yang terkandung dalam rokok bersifat akumulasi. Makin lama seorang pecandu merokok maka dampak buruk yang dialami akan semakin besar.

Pecandu yang berhasil berhenti merokok sebelum usia 35 tahun, memiliki penurunan risiko kesehatan buruk hingga 90%.

Pernapasan dari mantan perokok akan kembali optimal pada kurun waktu sebulan setelah bebas nikotin, dan mengurangi risiko serangan jantung hingga 50% setelah setahun bebas nikotin.

Jika masih ragu anda harus baca artikel Pesan bagi Perokok, Mandaat dan Cara Berhenti Merokok, Cara Berhenti Merokok Bagi Perokok Berat.

Baca juga  5 Bahaya dan Efek Samping Vapor (Rokok Elektrik) Yang Perlu Anda Tahu!!

 

Mitos 5. Saya Jarang Merokok & Jumlah Sedikit, Tidak Akan Buruk Untuk Kesehatan (FALSE)

Tidak ada hal baik yang disebabkan oleh rokok. Seperti poin ke 4 akibat buruk dari rokok bersifat akumulatif.

Sering-Jarang atau Banyak-Sedikitnya radikal bebas yang masuk kedalam tubuh akan memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Dan perlu diingat bahwa nikotin bersifat candu, jika sudah kecanduan dia akan membutuhkan jumlah yang semakin lama semakin meningkat untuk merasakan efek yang sama.

Sama sekali tidak ada merokok yang aman jika itupun sedikit atau kadang-kadang.

 

Mitos 6. Rokok Elektronik Membantu Untuk Berhenti Merokok (FALSE)

Rokok Elektrik / Elektronik pernah diklaim sebagai alternatif yang baik untuk membentu berhenti merokok.

Namun pada kenyatannya, hanya sedikit pengguna rokok elektronik yang akhirnya dapat berhenti dari candu nikotin.

Sebuah studi terbaru dari Universitas California (AS) mengemukakan bahwa penggunaan rokok elektronik (e-cigarettes) tidak efektif dalam membantu perokok untuk berhenti.

Lebih lanjut soal rokok elektrik silahkan baca artikel ini Bahaya Rokok Elektrik.

 

Mitos 7. Merokok Hanya Melukai Diri Saya Sendiri, Orang Lain Tak Terpengaruh (FALSE)

Perokok pasif (orang yang terkena asap rokok) memiliki risiko kesehatan yang sama dengan perokok aktif.

Bahkan seorang perokok pasif lebih berisiko terkena penyakit jantung iskemik dan memiliki risiko 30% lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker dibandingkan perokok aktif.

Jika anda menganggap perokok pasif tidak berbahaya maka sebaiknya tonton dulu dua video ini:

Mitos 8. Tubuh Mulai Melakukan Perbaikan Sendiri Setelah Berhenti Merokok (TRUE)

Berhenti merokok sama dengan memperbaiki dan menjaga kesehatan. Tubuh mantan perokok akan mulai merasakan perubahannya sejak seminggu bebas nikotin.

Masalah pernapasan akan membaik pada minggu kedua. Penurunan risiko jantung hingga 50% (dibandingkan perokok aktif) akan nampak setelah setahun. Dan risiko stroke akan berkurang menjadi sama dengan nonperokok setelah 5 tahun.

Baca juga  6 Pilihan Cara Berhenti Merokok Bagi Perokok dan Ibu Hamil

Jadi semakin cepat berhenti anda akan semakin mendapatkan manfaatnya dan mengurangi berbagai risiko secara signifikan.

 

Mitos 9. Berhenti Merokok Membutuhkan Kesempatan Berulang-Ulang (TRUE)

Tidak ada kata mudah utuk berhenti merokok. Memang ada perokok yang berhasil dalam usaha pertamanya.

Tapi lebih banyak perokok yang membutuhkan berkali-kali usaha untuk berhasil berhenti merokok. Hal ini juga tidaklah buruk, karena setiap kegagalan dapat dijadikan pelajaran untuk usaha selanjutnya.

Perlu dipertimbangkan waktu yang tepat untuk berhenti merokok, agar upaya ini lebih mudah dilaksanakan.

 

Mitos 10. Risiko Rokok Dapat Saya Kurangi Dengan Olah Raga & Makanan Sehat (FALSE)

Efek rokok dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, tidak ada yang dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkannya meskipun dengan hidup sehat yang anda jalani.

So, kalo anda rajin olahraga namun masih merokok, maka anda sebetulnya rugi bandar! Ibarat kata anda encuci baju, namun setelah itu baju itu anda pegang dengan tangan yang kotor.

Bisa dibilang gaya hidup sehat tidak bisa menolerir perilaku merokok, karena buktinya sudah berjubel bahwa itu merugikan kesehatan.

 

Demikianlah 10 mitos soal berhenti merokok yang harus kita ketahui. Sekali lagi tidak semua mitos  itu benar karena sebagian besar hanyalah asumsi yang tidak berdasarkan pada fakta sebenarnya.

So, masih berpikir untuk berhenti merokok?

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.