Rokok ELektrik

Kandungan dan Bahaya Rokok Elektrik

Rokok ELektrik

Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau bisa juga disebut dengan e-cigarette atau rokok elektronik adalah alat elektronik untuk menghantarkan nikotin. Para peneliti menyebut alat ini dengan istilah Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Alat ini biasanya terdiri dari beberapa bagian yaitu baterai yang bisa di isi ulang (rechargeable), cartridge pemanas yang berisi nikotin atau bahan kimia lain dan atomizer.

Isi dari alat ini adalah nikotin cari atau bahan kimia lain yang sudah dicampur dengan dengan perasa dengan berbagai aroma. Bila rokok biasa menghantarkan nikotin daam bentuk asap sementara rokok elektronik dalam bentuk uap.

ENDS atau rokok elektrik didesain menyerupai bentuk rokok, cerutu, pipa atau bentuk lain. Bahkan ada yang disesain menyerupai barang yang biasa dipakai sehari-hari seperti pensil, pulpen atau USB sehingga tidak terlalu mencolok ketika digunakan.




Rokok elektronik pertama kali dipatenkan oleh apoteker asal Tiongkok, Hon Lik, di tahun 2003. Produk ini mulai di pasarkan di Tiongkok pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings (kini bernama Ruyan). Saat ini di pasaran beredar lebih dari 250 merk rokok eletrik. Perbedaan dengan rokok biasa adalah produksinya.

Cara Kerja

Ada banyak jenis rokok elektrik. Dari segi bentuk ada rokok elektrik yang menyerupai rokok atau produk tembakau lain seperti cerutu atau pipa. Ada juga yang bentuknya menyerupai barang lain yang bukan produk tembakau. Dari segi penggunaan ada rokok elektrik yang sekali pakai dan kemudian langsung dibuang (disposable) ada juga yang bisa dipakai kembali atau bisa diisi ulang (rechargeable batteries and replacable nicotine).

Bagian Rokok Elektrik

Sebagian besar rokok elektrik terdiri dari 3 bagian yaitu :

  • Kartridge atau tempat penampung cairan, biasanya berisi nikotin cair, zat perasa dan bahan kimia lainnya
  • Pemanas, atau disebut dengan vaporizer yang memproses pembuatan uap atau aerosol, dan
  • Sumber tenaga atau bateri

Cara Kerja Rokok Elektrik

Bahan utama cairan dalam rokokelektrik biasanya terdiri dari propylene glycol, glycerin, air,nikotin , dan zat perasa. Cara kerjanya udara yang mengalir dari mulut akan menyalakan sensor yang memicu alat pemanas untuk mamanskan cairan hingga 55 °C untuk membentu uap aerosol. Cairan ini biasanya terdiri dari 95% propylene glycol dan gliserin. Ada beberapa rokok elektrik yang tidak menggunakan neikotin, namun salah satu penelitian menunjukkan bhawa 97% pengguna rokok elektrik lebih menyukai rokok elektrik yang mengandung nikotin.

Terkait dengan perasa beberapa rokok elektrik didesain dengan perasa beraroma natural seperti rokok atau aroma lain. Hingga tahun 2014 sudah ditemukan 8000 rokok elektrik di pasaran.

Bentuk Rokok Elektrik

Bentuk dari rokok elektrik bermacam-macam, namun yang paling terkenal adalah yang bentuknya mirip dengan rokok biasa. Jika dihisap maka ujung depan akan menyala (seperti rokok) dan mengeluarkan uap seperti asap. Uap atau disebut dengan vapor ini serupa dengan asap yang dipakai pada konser-konser grup band. Sebagian rokok elektrik bisa langsung dibuang sementara lain bisa discharge untuk digunakan kemudian.

Baca juga  Tahukah Anda Bahaya Perokok Ketiga?

Kandungan Rokok Elektrik

Secara umum kandungan utama rokok elektri terdiri dari 3 zat yaitu Nikotin Cair, Propilen Glikol dan Gliserin.

  • Nikotin. Nikotin zat alami yang ditemukan dalam daun tembakau dan sudah diakui sebagai zat yang menyebabkan kecanduan. Meskipun ada rokok elektrik yang mengklaim tidak berisi nikotin namun sebagian besar tetap memakai nikotin untuk memberi rangsangan dan sensasi seperti merokok seperti biasa.
  • Propilen glikol. Propilen glikol adalah cairan organis, tidak berbau dan tidak berwarna, dengan rasa agak manis. Lembaga Pengawas Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa zat ini tidak berbahaya jika digunakan dengan tepat.
  • Gliserin. Gliserin merupakan penghantar rasa yang juga sering digunakan di industri makanan. Bentuknya cair tidak berbau dan tidak berwarna.

Penggunaan

Rokok elektrik sangat popular penggunaannya di kalangan anak muda karena beberapa hal. Selain karena belum ada regulasi yang mengatur peredarannya (belum ada larangan menjual kepada anak kecil, larangan konsumsi dlsb) karena merupakan komoditas yang baru, namun juga karena ia menawarkan aroma dan rasa yang berbeda (seperti kopi, mint, permen dan rasa buah-buahan).

Selain karena efek kesehatan yang belum diketahui secara pasti, beberapa penelitian awal sejauh ini menunjukkan rokok elektrik mendorong remaja untuk mengkonsumsi produk lain seperti rokok yang sudah diketahui bahayanya. Penelitian dari Rigoti tahun 2015 menunjukkan bahwa pelajar yang sudah menggunakan rokok elektrik sejak kelas 9 lebih cenderung untuk mulai merokok dan produk tembakau lain di tahun berikutnya.

Perbedaan Rokok Elektrik dengan Rokok Biasa

Rokok elektrik merupakan komoditas yang popular dan di beberapa Negara yang memiliki peraturan merokok yang ketat banyak disukai karena dianggap lebih aman dan bisa mendorong berhenti merokok. Ada beberapa perbedaan mencolok rokok elektrik disbanding roko biasa, diantaranya adalah :

Dibanding rokok biasa yang dipakai sekali habis, rokok elektrik dianggap lebih murah karena tahan lama dan bisa diisi ulang. Satu cartridge rokok elektrik bisa dipakai sebanyak lebih kurang hingga 120 hisapan, jauh mengungguli rokok biasa yang biasanya 20 hisapan per batang. Sehingga dari segi biaya bisa ditekan.

Kelebihan lain adalah sensasi konsumsinya yang lebih mirip dengan roko biasa, bisa digenggam dan bisa dihisap. Sehingga bagi sebagian perokok yang ingin berhenti pun memilih menggunakan rokok elektrik daripada terapi pengganti nikotin seperti patch (koyo nikotin) atau permen karet nikotin.

Para penjual rokok elektrik selalu mengklaim bahwa rokok elektrik lebih aman dari roko biasa karena tidak melalui proses pembakaran daun tembakau seperti rokok biasa. Meskipun penelitian soal ini belum membuktikan hasil yang sama.

Meskipun memiliki kelebihan dari segi biaya dan sensasi konsumsi, namun dari segi bahaya masih dipertanyakan. WHO hingga saat ini tidak merekomendasikan penggunaan rokok elektrik sebagai salah satu alat untuk terapi berhenti merokok karena status keamanannya masih belum diketahui secara pasti.

Baca juga  Apa Saja Bahaya Wanita Perokok? Berikut Informasinya

Bahaya Bagi Kesehatan

Meski rokok elektrik tidak menghasilkan asap, tapi ia masih mengandung nikotin dan zat lain yang bisa berbahaya. Nikotin merupakan salah satu zat adiktif, dan beberapa penelitian terakhir menunjukkan ia juga mendorong untuk mengkonsumsi zat adiktif lain.

Beberapa uji coba bahkan menemukan vapor juga mengandung zat kimia yang dikenal sebagai penyebab kanker dan racun (seperti formaldehida dan acetaldehida) dan juga nano partikel dari zat kima beracun dari proses penguapan. Efek kesehatan dari paparan secara berkala dari zat kimia ini belum diketahui dengan jelas.

Kekhawatiran lain adalah proses isi ulang cartridge juga bisa berisiko terkena bahaya paparan nikotin langsung bagi penggunanya. Sementara itu cartridge juga bisa diisi dengan zat lain, yang bisa saja rokok elektrik berpotensi digunakan sebagai alat untuk mengkonsumsi obat-obatan lain.

Di Amerika FDA sering mendapatkan laporan dari konsumen, ahli kesehatan dan masyarakat mengenai risiko penggunaan rokok elektrik. Beberapa laporan yang masuk adalah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti berikut :

  • Pneumonia,
  • Congestive heart failure (gagal jantung yang menyebabkan carian di jantung)
  • disorientasi,
  • Serangang Stroke atau Serangan Jantung,
  • Hypotension (tekanan darah tidak normal) dan
  • Masalah kesehatan lainnya

Meskipun belum bisa dipastikan bahwa laporan ini terkait secara langsung dengan penggunaan rokok elektrik.

Meski begitu ada beberapa bukti lain soal bahayanya rokok elektrik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Rokok elektrik dapat meledak. Banyak sekali kasus yang menunjukkan bahwa rokok elektrik bisa meledak seperti di dalam berita-berita berikut ini rokok elektrik meledak. Juga ditunjukkan dalam video di bawah.
  • Kadar nikotin yang tidak menentu. Kadar nikotin dalam rokok elektrik bisa jauh lebih banyak daripada rokok biasa. Bahkan penelitian di jepang menyatakan bahwa kadar nikotin dalam rokok elektrik bisa 10 kali lipat lebih banyak dari rokok biasa

Pro Kontra

Dari segi riset penemuan mengenai rokok elektrik masih terus dikembangkan. Beberapa penelitian yang ada masih menunjukkan hasil yang berbeda sehingga menimbulkan pro dan kontra.

Studi dari University College London’s Health Behavior Research Center di Inggris menemukan rokok elektrik bisa membantu perokok berhenti merokok. Penelitian itu menemukan beberapa data menarik :

  • Penelitian memprediksikan 60 persen pasien yang ingin berhenti merokok akan lebih berhasil berhenti merokok dengan menggunakan rokok elektrik daripada terapi lain seperti permen karet nikotin atau koyo nikotin
  • 20% dari 5.850 peroko yang ikut survey berhasil berhenti merokok dengan menggunakan rokok elektrik
  • Angka ini diklaim lebih tinggi daripada penggunaan permen karet atau nicoytine patch yang mencapai angka 10 %.
  • Peneliyi menyimpulkan rokok elektrik lebih efektif mengurangi keinginan merokok karena salah satu faktornya adalah tidak mengandung asap tembakau meskipun tetap mengandung nikotin.

Penelitian ini mendorong penggunaan rokok elektrik. DI amerika serikat penggunaan rokok elektrik meningkat dari hanya 2% pada tahun 2010 menjadi sekitar 30% di tahun 2012.

Baca juga  Apa itu Rokok? Sebuah Pengantar

Namun yang dilakukan Center for Tobacco Control Research and Education University of California menunjukkan hasil yang berbeda bahwa penggunaan rokok elektrik tidak mampu menolong perokok mengatasi kecanduan merokok.

Dr. Pamela Ling, peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa jika di uji kepada perokok secara umum rokok elektrik tidak membantu mengatasi kecanduan rokok. Hasilnya tentu berbeda dengan penelitian di inggris yang memang diujikan kepada perokok yang sudah memiliki niat berhenti merokok.

Dokter Agus Dwi Susanti dari RS Persahabatan menyatakan bahwa upaya berhenti merokok dengan rokok elektrik sebagai sesuatu yang berbahaya. Karena rokok elektrik memiliki bahaya yang mirip dengan rokok biasa karena kandungan nikotin dan senyawa lainnya sama dengan rokok biasa.

Nikotin dan dairan refill lain dalam rokok elektrik juga memiliki sifat karsinogenik dan beracun yang bisa memicu kanker. Dokter Agus menyarankan jika ingin berhenti merokok lebih menggunakan metode yang sudah diakui keamananna seperti permen, tablet hisap, inhaler, patch atau spray.

Dr Naoki Kunugita, peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang seperti dilansir Daily Mail pada (30/11/2014) menyatakan bahwa salah satu merek reokok elektronik memiliki kadar karsinogenik 10 lebih tinggi disbanding rokok biasa. Karena meski dibakar secara elektroni, rokok elektrik tetap menghasilkan asap yang akan memberikan risiko kesehatan kepada konsumennya atau orang yang terpapar oleh asapnya tersbeut.

Sikap Lembaga Formal

Lembaga formal yang membidangi kesehatan sudah mengambil sikap mengenai rokok elektrik. Sebagai rujukan WHO untuk tingkat internasional dan BP POM untuk tingkat nasional sudah mengeluarkan sikap resmi sebagai berikut:

  • World Health Organization (WHO) . WHO tidak menganjurkan penggunaan rokok elektrik karena produk ini sama berbahayanya dengan rokok biasa. Menurut WHO rokok elektrik mengandung racun, mengandung zat kimia berbahaya dan dapat menimbulkan polusi udara. WHO juga menyarankan tidak menjual rokok elektrik kepada anak dibawah usia 18 tahun.
  • Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). BP POM memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektrik yang ada di pasaran belum teruji keamanannya. Karenanya rokok elektrik di Indonesia masih dianggap produk illegal. Rokok elektrik yang mengandung nikotin cair, pelarut propilen glikol, dieter glikol dan gliserin jika dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine yang bisa menyebabkan kanker.

Meskipun sudah ada anjuran dari WHO namun, beberapa Negara masih memiliki pendapat yang berbeda tentang peredaran dan keamanan konsumsi rokok elektrik. Sebagian besar melarang karena menganggap penggunaannya sama saja dengan rokok biasa dan belum diketahui bahayanya. Sementara sebagian lagi memperbolehkan dengan tetap menerapkan regulasi yang ketat dan peredaran yang diatur sebagaimana pengaturan terhadap rokok biasa.

image credit vaping360

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *